Arsip Blog

Review: KambingJantan the Movie

Yep, kemaren gw nonton Kambing Jantan: Sebuah Film Pelajar Bodoh

kambingjantanthemovie

di JADWAL pertama pemutaran. Gile,keren banget yak? Bagi yang belon nonton, gw ceritain apa yang ada di film ituh. Dan yang udah nonton,gw pengen compare aja.

Hal pertama yang muncul di pilem (selaen gambar kambing berkepala Radith ngangguk-ngangguk) adalah muka Radith (yang cengok itu) bilang “gak tau blog?”. Sumpah, sakitperut-able *maksutnya bikin sakit perut.

Cerita dimulai dari kelahiran Dika yang salah bawa ke dokter hewan *untungnya narator dalam film, yang suaranya cempreng itu(siapa lagi kalo bukan Radith),bilang “kalo temen-temen gw nanya kenapa panggilan gw jadi kambing, gw ceritain aja gw lahir kek gini*. Gw malah curiga, jangan-jangan beneran lagi..

Terus Dika SD (mukanya mirip ama yang di komik) yang ngasih surat cinta ke Ine,temen sekelasnya. Pas pulang,mereka pegangan tangan. Bodohnya,ada temennya yang sotoy bilang “eh,pegangan tangan bisa hamil loh..” (sambil ikutan megang tangan Ine). Ine, yang tangannya dipegang 2 cowok, jadi histeris. Khawatir anak yang dikandungnya anak siapa. Sungguh,realita jaman sekarang. Besoknya, Ine pindah sekolah.

Ceritanya berpusat tentang hubungan Kambing (Dika)-Kebo (yang sampai sekarang gak disebut namanya). Dika dan Kebo sangat-sangat bermasalah ama LDR (Long Distance Relationship, bukan Long D*ck Reduction), mulai dari masalah biaya telepon dan waktu nelpon (gw pernah mengalami yang kek gini. Emang sangat-sangat kancut), pribadi masing-masing yang berubah, dll. Jadinya mereka mulai merasa gak cocok satu sama lain. Tambah lagi masalah keuangan Dika yang kacau karena kebutuhan nelpon itu, A$10 untuk 5 jam (yang murah) ato A$10 untuk 60 menit (yang “quality”-kata si penjaga toko orang India). Mama Dika negur Dika gara-gara masalah keuangan ini. Apalagi nilai Dika juga jeblok.

Selagi konflik batin berkecamuk, dateng Ine (korban surat cinta Dika SD) yang ternyata pembaca blog Dika dan ngusulin supaya blog Dika dibukukan. Jadinya mereka sering ketemu bicarain naskah buku ituh, dan semakin dekeeet aja.

Dika-Ine

Klimaksnya terjadi setelah Kebo tahu yang terjadi antara Dika-Ine, terus Dika gak pulang ke Jakarta pas ulang tahun Kebo padahal waktu masalah Kebo tahu tentang Ine, Dika langsung pulang ke Jakarta malam itu juga-dengan menyasarkan Harianto. Jadinya mereka putus, dan muncul lah scene Di Balik Jendela (Cinta Brontosaurus) yang ditambah Adelaide Sky nya Adhitia Sofyan..Duuuh, bagus banget scene yang satu itu.

Akhirnya karena Dika merasa gak bisa ngelanjutin kuliah di Adelaide. Selain karena dia kayaknya emang gak minat Finance, itu juga bukan pilihannya tapi keinginan Mamanya. Jadinya dia pulang ke Jakarta *dan mungkin seperti sekarang, kuliah di FISIP UI*

Beberapa adegan favorit gw:

1. Dika n Band (namanya apa sih?) Jingkrak-jingkrak nyanyiin lagi “Selamanya”. Ini sih bkan Kambing, tapi Simpanse.

2. Adegan apapun yang ada Papa Dika. Mulai dari masalah kolor, nyaranin Dika kuliah di kedokteran kandungan (“Pasiennya kan cewek semua”), sampe poto-poto pas buku Dika jadi best seller (gw kira yang moto Mama Dika tukang poto ato wartawan, ternyata Papanya. Gantian pula tuh).

3. “Kamar khayalan”pas nelpon kebo dan nelpon Mama. Sumpah,keren banget.Apalagi pas Kebo marah, terus keluar kamar, Dika ngejar tapi malah sampe di kamar apartemennya. Maknanya dalem banget di sana. Seakan-akan memang mereka dalam satu ruangan (malah sampe natap-natap muka gitu),tapi pas Dika keluar,dia baru sadar kalo dia lagi di Adelaide, ratusan mil dari Jakarta.

4. Kek yang udah gw bilang, adegan Di balik Jendela. pake bule gendut pula tuh.

5. Pas Dika ngasi naskah ke GagasMedia. Pegawai Gagas bilang “Maaf Mas, gak nerima buku ternak” (dengan galaknya).

6. Dika pertama kali kuliah ama Sally Dickson.Saly salah terus baca nama Harianto (yang jadi Harimoto. Malah ada temennya bilang “ajinomoto”).Dika Sendiri dipanggil “Nikah”. Terus Sally nanya ke Dika “ambil jurusan apa?” Dijawab “Finance”. Sally bilang (gw lupa kalimatnya) yang intinya Dika gak punya tampang belajar Finance (baca: penamplan gembel abis)

7. Harianto yang bawa-bawa baskom buat minta beras nyegat Dika yang mao ke Jakarta (yang Kebo tahu masalah Ine). Adegan ini bisa diliat di trailer. Kocak abis. Lanjutannya,Harianto ngikutin Dika naik taksi ke bandara. tapi diturunin di tengah jalan. Akhirnya Harianto sendirian di jalanan Adelaide malem-malem. Ternyata balik ke apartemen nebeng truk bule.

Edric n Bule

8. Adegan Harianto nunjukin robotnya, yang terus meledak,terus malah Harianto nyelupin robot yang berapi itu ke baskom si Rasty (ikan piaraan Dika).

9. Adegan kulturfest di UI.Romantis abisss…

kambing-kebo

10. Adegan Dika pake kostum kambing. Yang dikejar-kejar napi bule, ama yang Dika “ngamen” di jalanan.Bodoh banget.

11. Adegan Dika stres ama orang-orang di kelas yang make bahas inggris terus. Akhirnya semua orang, termasuk Sally,pake bahasa Indonesia *gak percaya?Nonton aja filmnya!*

 

Yah,banyak lah pokoknya.

Oh ya, bagi yang ngarepin pilem ini bakal sejenis film komedi yang akhir-akhir ini muncul ato yang kek Warkop (Komedi kelakuan, yang ada orang jatoh, ato yang membodoh-bodohi diri),mungkin bakal kecewa.Soalnya film ini adalah komediromantis,dimana penekanannya ke romantisnya. Emang sih menurut gw adegan lucunya kurang (kalo dibandingkan ama level komedi buku-bukunya Radith),tapi untuk level film drama, film ini sangat bagus.

A must watch movie.

Sebuah Review Komik Kambing Jantan

Siapa sih yang gak kenal Raditya Dika? Blogger dan penulis yang ngetop di kalangan anak muda (bahkan ibu-ibu) yang sudah menetaskan 4 buku fenomenal: Kambing Jantan, Cinta Brontosaurus, Radikus Makankakus dan Babi Ngesot yang semuanya menjadi bestseller. Raditya Dika adalah trendsetter bagi dunia perbukuan Indonesia. Bagaimana tidak? Sekarang sudah banyak muncul buku-buku komedi nonfiksi yang berisi pengalaman pribadi si penulis. Sepertinya anak-anak bangsa ini ikut menjadi gila seperti Dika. Semua mengikuti jejak si kambing yang bahkan sudah merambah dunia perfilman. Ya, KambingJantan the Movie akan segera merusak menghiasi bioskop-bioskop kesayangan anda.

Berbicara tentang merambah dunia baru, Raditya Dika, dengan menggandeng Dio Rudiman membuat sebuah buku baru yang berbeda dari 4 buku sebelumnya. Kali ini Dika membuat komik. Judulnya adalah KambingJantan : Sebuah Komik Pelajar Bodoh yang diterbitkan oleh gagasmedia.

Komik KJ gagasmedia

Isinya bukanlah ilustrasi buku KambingJantan, melainkan cerita-cerita pengalaman Dika lainnya sewaktu kuliah di Adelaide, South Australia yang tidak dimasukkan dalam buku KambingJantan.

Komik ini ditulisgambar dengan gaya lebay, persis seperti buku-buku Dika sebelumnya yang juga ditulis dengan gaya berlebihan. Tapi mungkin di situ salah satu ciri Dika yang disukai pembacanya, dimana imajinasinya tentang suatu hal yang aneh dan mustahil dan kocak ketika sedang membicarakan sesuatu.

Salah satu scene favorit gue di komik ini:

Adelaide adalah kota yang gak terkenal. Kalau gak percaya, tanya aja sama abang bajaj yang lewat di depan rumah.

“Bang, ke Adelaide bang, GOCENG?

Langsung disiram oli panas.

Sungguh, ciri khas Dika, yang bisa memikirkan hl-hal tak terduga (dan bodoh) saat membicarakan sesuatu.

Awalnya desain cover komik ini seperti buku KambingJantan tetapi dicoret-coret:

Cover-prototype1

Gue suka cover ini, tapi apa boleh buat kalau tidak jadi dibuat. Lagi pula, cover komik yang sekarang beredar bagus juga. Malah ada aksen api “silakan bakar di sini”.

Ah, capek ah ngomong resmi terus. Gak tahan. Emang gue gak cocok jadi menteri.

Sampe mana tadi?

Oh, tentang isi komik ini, ceritanya ada 5 setengah bab (satu bab lagi gantung). Semuanya kejadian waktu Dika masih belajar ELICOS (gue gak inget kepanjangannya), semacam pelatihan bahasa Inggris gitu, supaya mahasiswa luar negeri bisa berkomunikasi dengan baik di college nanti.

Prolog?

Ah ya, bagian ini juga gak boleh dilewatkan. Memang, sedikit garing tetapi bagian Dika membawa mawar pada Kebo (bibirnya berdarah karena kena duri mawar) cukup mengagetkan. Lagi-lagi, inilah ciri khas Dika.

Bab pertama bercerita tentang Dika yang sok jago main bulu tangkis supaya mendapat image keren dari temen-temen barunya. Ternyata yang ada malah dia mempermalukan diri sendiri.

Bab kedua tentang temen Arabnya, Yousef, yang jatuh cinta pada Nicole, resepsionis apartemen tempat Dika tinggal. tetapi semuanya jadi kacau karena kegugupan mereka, Sharon, dan hal tak terduga lainnya (baca aja kalau mau tau apa).

Bab ketiga tentang “pedihnya pacaran jarak jauh”. Ya ya ya, emang gitu lah. Gue pernah nyobain, jadi gue gak minat ngebahasnya.

Bab keempat..Lha, koq malah gue ngelaporin kayak gini? Yang jelas, buang air kecil lebih dahulu kalau elo-elo mau baca ini komik. Kalo gak, bisa-bisa kencing di celana. Bukan karena ketawa terkencing-kencing, tapi karena gak tahan lagi terus ngompol *hubungannya apa gue gak tau*.

Kocak. Dijamin jenaka.

Kalau gak percaya, atau udah beli tapi ternyata gak lucu, bakar aja Dika dan Dio yang bikin. Bukan gue.

Iya, gue tau gue bilang “dijamin”, tapi kan bukan gue yang bikin.

Ih, dibilang bukan gue koq.

(hahahah, memang gak jelas banget nih)

Oh ya, gue ada dikit saran buat Dio dan info buat pembaca. Perhatiin gak kalo gambar di komiknya gede-gede? Gue heran, kenapa ada yang bilang gambarnya kecil, padahal buat gue, itu kegedean buat ukuran komik. Malah ada panel yang gak penting dibikin gede-gede. Akibatnya, ceritanya tapi bukunya tebal, makanya jadi mahal. Demi ekonomi, hematlah kertas.. Tapi kalau segitu sudah pas, ya gak masalah juga sih..

Secara keseluruhan, gue kasi nilai bintang 4 buat komik ini. Gambarnya detail (walaupun gue rasa muka Dika berubah-ubah terus tiap bab), punya ciri khas (gue pasti ngenalin gambarnya Dio kalau dia taruh di tempat lain), dan tetep kocak.

Semoga dengan komik ini, angka kelebayan anak bangsa meningkat komik Indonesia bisa bangkit dan jadi tradisi seperti manga di Jepang dan meningkatkan kreatifitas anak Indonesia (supaya ada kerjaan gitu).

Last but not least, gue mao bilang “anjriit, bahasa gue tadi resmi banget! Ini review ato resensi di koran?”

Hahahah. Gak lah.

“Ikutlah baca komik ini, dan jadilah bagian dari kami, fans nya Dika. Buat Dika, jangan lupa talkshow lagi ke Pekanbaru bareng Dio.”

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.