Arsip Blog

Pengalaman Bikin DVD Bajakan

DISCLAIMER:

Isi tulisan tidak bermaksud untuk mengajak kepada perbuatan pembajakan.

Awal tahun 2011 aku liat-liat kabar kalo live concert tur album YUI yang keempat, Holidays In the Sun akan dirilis Live DVD nya. Sebagai rakyat Indonesia yang tidak bisa melihat langsung konsernya (cuma ada di Jepang aja), tentunya punya minat dan niat yang tinggi mau membeli DVD tersebut.

live concert-nya

cover DVD yang asli

Sampai aku menemukan kenyataan tentang harganya. Uang segitu lumayan juga ya cuman dapet DVD durasi 2 jam sama poto-poto. Apa kurs mata uang kita yang lemah atau memang harganya semahal itu? *maklum, ga pernah beli DVD, jadi gatau berapa pasaran DVD original*

Setelah berpikir dan bersemedi sedemikian rupa akhirnya aku memutuskan untuk donlot bajakannya aja. Maafkan aku YUI-chan.. Aku tahu aku salah, tapi aku tak berdaya.. Aku hanya orang tak berpunya.. #halah

Ukuran  total filenya sekitar 1,2 GB, dalam format .m4v, durasi 2 jam lebih 2 detik (kalo gak salah). Gambarnya bagus, suaranya oke. Aku langsung jatuh cinta sama video itu.

Keinginan membeli DVD yang tak kesampaian memutar otak saya ke arah: membuat DVDnya sendiri.

Caranya tentu saja burn file tersebut ke DVD dalam format yang bisa langsung diputar di DVD Player konvensional, terus print kelengkapannya (aku juga punya hasil scannya, ada cover, ada disc cover, ada bonus pic nya juga). Ini buat koleksi pribadi aja, gak diperbanyak dan gak diperjualbelikan.

Sayangnya rencana ini tidak berjalan mulus, karena software pertama yang aku coba, (Nero 7 dan Nero 9) gagal menyelesaikannya. Awalnya aku pikir karena ini Nero-nya masih versi trial, jadi aku cari deh serial key nya *bajakan lagii, parahh*.

Ternyata masih gak mau. Pas aku coba di Nero StartSmart Essential, kaga ada pilihan bikin DVD, adanya VCD sama SVCD. Pas di pilihan Nero Express, ada sih pilihan bikin DVD, tapi katanya mesti punya Nero Vision dulu.

Sip, udah kupasang.

Ternyata masih minta yang lain, dia maunya filenya dalam format DVD langsung (.vob gitu). Kyaaa..

Pusing deh nyari converter .m4v ke .vob, adanya convert dari .vob ke format lain. #frustasi

Akhirnya nemu beberapa aplikasi yang bisa convert .m4v, tapi sayangnya kaga ada yang ke .vob langsung. Yaudah aku convert dulu .m4v ke .avi (lebih universal tapi sayangnya ukurannya makin besar) pake freez AVI converter, sip dah.

Akhirnya satu-satunya pilihan jatuh ke Xilisoft.

screenshot Xilisoft DVD Creator


Pas ngatur-ngatur settingannya aku jatuh cinta lagi sama software yang satu ini, hebat banget bisa ngatur tampilan, kualitas audio-video, bahkan bisa masukin subtitilenya dengan mudah. Tampilan menu awal juga menarik dan customizable.

Tapi sayangnya software ini gagal mengkonversi video yang formatnya udah .avi tadi (kalo .m4v gak bisa) ke format DVD. Huff.

Putus asa, akhirmya mataku tertumbuk ke satu titik pada menu start: Windows DVD Maker!

screenshot Windows DVD Maker

 

Pas aku cobain, emang sih pilihannya gak banyak. Misalnya, gak ada pemilihan kualitas gambar, scaling, dll. Semua udah dipasrahin ke settingan default. Palingan yang bisa diatur cuman menu setting (seperti di screenshot).

Oke deh, burning. Eh mau!

Tungguin sekitar 2 jam lebih.

Finish! Langsung cobain di Cyberlink Power DVD.

Hasilnya lumayan, walaupun gambarnya agak peang ke atas (lonjong), tapi so far so good.

Saatnya ngetes di DVD Player konvensional, aku nyoba di rumahnya Vina (aku gapunya DVD Player). Ternyata suaranya ge keluar!

Emosi, hampir aja keluar sumpah serapah di twitter (kenapa juga mesti di twitter?) tentang kejelekan DVD Maker (imej Microsoft di aku gak terlalu bagus). Tau-taunya Vina lupa nyetelin loudspeaker active nya! Hyaaaa..

 

Pas dicoba lagi, hasilnya bagus kok.

 

(claim token Technorati:  582S7274BUQH)

Saya Masih Seorang Blogger

Saya masih seorang blogger.
Walaupun postingan saya keliatan sebulan sekali (bahkan Februari sama sekali gak posting).

Kenapa lama gak posting?
Karena akhir 2009-awal 2010 diwarnai dengan ujian dan liburan yang melelahkan. Awal semester pun langsung terasa berat.

Ujian Akhir Semester berlangsung mengenaskan. Pernah suatu waktu aku ujian hari minggu (yap, minggu!) aku telat masuk ujian (yang jam 1) karena lagi makan siang dikantin sekalian refreshing karena abis ujian jam 8 pagi (keren kan, ujian double hari minggu..mana yang paginya FISIKA modern pula.) yang mana aku ditinggal teman-teman yang takut telat (karena pesananku lama banget datangnya). Apa yang terjadi setelah itu? Aku telat 1 menit dan ternyata ujian belum dimulai karena nunggu saya!! Semprul. Tau gitu makannya pelan-pelan aja.

Nilainya?
Waduh mengenaskan sekali. Hal terburuk yang terjadi adalah saya mendapat 2 biji nilai C (total 3 sks) yang membuat IP semesterku gak mencukupi untuk syarat beasiswa Tanoto Foundation. Maapkan anakmu, Ibunda, kegoblokan ini gaada obatnya.. Denger-denger masih ada masa evaluasi, yaitu masih dikasi kesempatan sampai semester depan.
Oia, walaupun begitu, saya tetap eksis di website itu, ada di sini dan di sini.

Liburan melelahkan karena diisi dengan jalan-jalan gek jelas..Niatnya mau mengarungi kota Pekanbaru, apa boleh buat kota ini bisa dibilang kecil walaupun perkembangannya luar biasa cepat. Jadinya jalan-jalannya cuma sebentar.

Lalu liburan diisi dengan browsing-browsing, sampai aku menemukan lagu-lagu YUI, yang langsung membuat saya jatuh cintaaaaa~~~
YUI Holidays In The Sun

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.